Penyakit Akibat Kerja, Bisa Stres Bahkan Berujung Kematian?

Penyakit Akibat Kerja, Bisa Stres Bahkan Berujung Kematian?

Lifestyle

Mungkin kamu pernah dengar istilah penyakit akibat kerja (PAK). Penyakit akibat kerja sendiri adalah kondisi dimana sebuah penyakit muncul karena efek samping pekerjaan atau lingkungan kerja kamu. Efek sampingnya pun bisa serius, bahkan hingga stres dan cacat.

Lantas, kenapa sih bisa menyebabkan seperti itu? Apa kata pemerintah tentang PAK? Daripada penasaran, yuk kita bahas satu per satu.

Apa Saja Faktor Penyebab Penyakit Akibat Kerja?

Semua pekerjaan mempunyai risiko. Baik yang di kantor, apalagi yang di lapangan. Misalnya saja kecelakaan kerja yang bisa saja sudah tercover dalam asuransi kecelakaan.

Namun, risiko kerja itu berbagai macam. Berikut penjelasannya untuk 4 faktor penyebab PAK:

  1. Faktor fisik. Biasanya disebabkan oleh kondisi lingkungan kerja yang kurang baik, seperti suara bising, paparan radiasi, suhu dan tekanan udara yang terlalu tinggi, hingga getaran atau guncangan. PAK dapat muncul jika paparan terjadi berkali-kali dan dalam jangka waktu yang cukup panjang.
  2. Faktor kimia. Ini adalah salah satu faktor terparah yang mungkin terjadi. Biasanya menyangkut mereka yang bekerja di laboratorium. Paparan terhadap zat dan senyawa kimiawi, baik itu dalam bentuk gas, padat, atau cairan bisa berakhir pada risiko cacat atau bahkan kematian.
  3. Faktor biologi. Umumnya disebabkan oleh penyakit menular, seperti dari bakteri, parasit, virus, atau agen infeksi lainnya. Terkesan ringan dan sepel, namun bisa menjadi berbahaya tanpa penanganan yang tepat. Sama seperti yang sudah kita lihat dan rasakan selama pandemi virus Corona ini.
  4. Faktor Psikologis. Paling sering disepelekan, kondisi pekerjaan dan lingkungan kerja yang tidak nyaman bisa berakibat buruk pada kondisi mental kita. Pada akhirnya, kondisi mental yang buruk pun bisa menyebabkan penyakit psikosomatik, yaitu penyakit yang timbul sebagai efek samping dari psikologis yang tidak baik.

Peraturan Presiden Mengenai Penyakit Akibat Kerja

Presiden Jokowi telah menetapkan Peraturan Presiden No 7 Tahun 2019 yang berkenaan dengan Penyakit Akibat Kerja. Tertulis bahwa setiap pekerja yang terdiagnosis PAK dengan surat keterangan dari dokter bisa menerima manfaat JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) bahkan setelah tidak lagi bekerja.

Manfaat ini wajib diberikan dalam waktu maksimal 3 tahun setelah tidak lagi bekerja. PAK sesuai ketentuan Perpres menyangkut jenis penyakit berikut:

  • Timbul akibat aktivitas kerja;
  • Tergantung sistem target organ;
  • Adanya kanker akibat pekerjaan;
  • Penyakit spesifik lainnya.

Bagaimana Mencegah Risikonya?

Kamu bisa mencegah penyakit akibat kerja beserta seluruh risikonya dengan melakukan beberapa tips sederhana berikut.

  1. Ikuti protokol kerja yang ada dengan baik. Pada umumnya, perusahaan akan mempunyai protokol kerja masing-masing. Karena itu, ikuti protokol tersebut dengan baik agar tidak terjadi kecelakaan kerja.
  2. Konsultasi kepada ahli medis bila mengalami gejala. Kebanyakan PAK dapat dicegah dengan penanganan dini. Karena itu, jika kamu mengalami gejala fisik atau mental berhubungan dengan pekerjaan, kamu bisa berkonsultasi pada dokter atau psikologis yang mungkin tersedia dari perusahaan, atau melalui klinik dan rumah sakit terdekat.
  3. Siapkan asuransi jiwa. Terkadang kita bisa melakukan yang terbaik, tetapi tetap harus mengalami risiko yang tidak mengenakkan. Karena itu, ada baiknya jika kamu menyiapkan asuransi jiwa demi melindungi keluarga jika sesuatu terjadi pada kamu.

Berbicara soal asuransi jiwa, kamu pun bisa mendapatkan perlindungan yang murah dan cepat. Melalui asuransi jiwa Super You, kamu bisa mendapatkannya mulai dari Rp33 ribu saja per bulan. Sementara, manfaatnya bisa kamu atur hingga mencapai Rp1,5M. Yuk, mulai lindungi diri dan keluarga dari sekarang!